Hasil Pemanfaatan Aquaponik di Era Revolusi 4.0 Bergaya Milenial

Sistem tanam pertanian yang sudah lama berkembang di Indonesia adalah aquaponik. Aquaponik adalah metode yang memungkinkan petani tidak hanya memproduksi tanaman, namun juga memelihara ikan.

Metode aquaponik sangatlah berbeda dengan hidroponik karena aquaponik tidak membutuhkan nutrisi melainkan memanfaatkan air sebagai media tanam.

Pada sistem aquaponik pengguna harus menambahkan air pada kolam dan tidak selalu menggantikan air. Banyak manfaat dalam sistem aquaponik yaitu salah satunya kotoran ikan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organic.

Untuk membuat aquaponik di era revolusi 4.0 yang bergaya milenial membutuhkan beberapa alat yaitu Arduino UNO dengan tegangan sebesar 5.5 volt dan frekuensi 20MHz yang berfungsi untuk pengolah sinyal dan ESP8266 untuk koneksi terhadap arduino, real time clock (RTC), liquid crystal display (LCD) yang digunakan untuk menampilkan data akurat dari hasil pembacaan sensor sehingga memudahkan untuk mengontrol nilai pH air, motor servo untuk pemberian makan ikan dan membuka tutup saluran air secara otomatis.

Pada pembuatan aquaponik 4.0 bergaya milenial ini ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dan dilakukan yaitu analisis sistem dengan memeriksa atau mengecek peralatan dan komponen yang digunakan, alat yang digunakan harus dapat mengontrol dan monitoring pH dan ketinggian air.

Setelah melakukan analisis sistem langkah yang harus dilakukan yaitu perancangan alat dengan menggunakan Arduino uno dan sensor suhu pada saat kalibrasi.

Lalu melakukan pengujian sistem dengan menggabungkan semua komponen dalam satu rangkaian, tujuan dari pengujian ini untuk melihat microcontroller bekerja apakah sesuai antara input yang diberikan dengan output yang dihasilkan. Dan terakhir yaitu mengambil data dengan memasangkan alat yang sudah dirancang pada aquaponik.

Hasil perancangan pada sistem aquaponik akan diuji secara real time melalui system embedded Konsep yang dipakai pada aquaponik 4.0 ini yaitu Konsep Internet Of Things(IoT), sehingga pada sistem aquaponik dapat dimonitor secara real time.

Ikan budidaya lebih banyak hidup di perairan yang keasaman netral dan basa dengan PH 6.5-9 dan optimum pada PH 7-8.5. Air yang keasamannya tinggi sangatlah berbahaya bagi ikan budidaya. Penggunaan aquaponik dapat dilakukan dengan adanya monitoring berbasi system embedded dengan menggunakan konsep IoT.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *