Kembali ke pertanian organik

BOGOR – Istilah organik sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita. Organik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan organisme, baik itu organisme yang masih hidup ataupun yang sudah mati. Istilah organik banyak diterapkann di berbagai disiplin ilmu. Namun saat ini, organik sering dikait-kaitkan dengan istilah kesehatan dan gaya hidup sehat.

Semakin meningkatnya pola kehidupan sehat di masyarakat, khususnya di daerah perkotaan, organik merupakan sesuatu hal yang sangat dicari, baik yang berhubungan dengan pangan, kosmetik, dan lainnya. Permintaan produk-produk organik meningkat setiap harinya, membuat bisnis di bidang produk organik sangat menggiurkan. Selain produknya yang sehat dan bernilai ekonomis tinggi, sistem organik juga memberikan pengaruh untuk mengurangi polusi terhadap lingkungan.

Saat ini, produk-produk organik yang paling banyak disoroti oleh khalayak adalah di bidang pangan. Hal tersebut disebabkan tingginya tingkat permintaan dan konsumsi bahan baku makanan, baik yang sudah diolah ataupun dalam bentuk produk segar. Semakin bertambahnya kebutuhan organik tersebut membuat banyak praktisi bisnis berbondong-bondong untuk menerapkan sistem organik dalam setiap produk yang dijualnya.

Meningkatnya kesadaran lingkungan secara umum pada populasi manusia pada masa modern telah mengubah gerakan organik yang awalnya dikendalikan oleh suplai, kini dikendalikan oleh permintaan pasar. Harga yang tinggi dan subsidi dari pemerintah menarik perhatian petani. Di negara berkembang, berbagai produsen pertanian yang bekerja dengan prinsip tradisional dapat dikatakan setara dengan pertanian organik namun tidak bersertifikat dan tidak mengikuti perkembangan ilmiah dalam pertanian organik. Sehingga beberapa petani tradisional dapat berpindah menjadi petani organik dengan mudah, yang terdorong oleh alasan ekonomi.

Meskipun istilah organik cukup mudah untuk diucapkan, akan tetapi penerapannya tidak semudah apa yang kita bayangkan, apalagi mengkonversi sistem yang sebelumnya bukan organik menjadi organik. Penerapan sistem organik memerlukan proses yang harus dilalui guna mendapatkan label organik pada suatu produk, sehingga produknya sudah dapat dan layak diperjualbelikan ke khalayak.

Namun, tidak ada yang tidak mungkin. Hal ini hanya tersirat dalam sebuah paradigma saja di masyarakat. Pada hakikatnya kita hanya kembali pada kondisidi jaman dulu yang masih belum mengenal zat-zat kimia sintetik yang dapat membahayakan tubuh dan lingkungan. Oleh karena itu proses kembalinya ke sistem organik bisa dibilang hanya kembalinya nuansa kehidupan jaman dulu yang diterapkan di jaman sekarang.

Tingginya keanekaragaman tanaman pertanian adalah salah satu penciri pertanian organik. Pertanian konvensional fokus pada produksi massal hasil pertanian tunggal di lahan, yang disebut dengan monokultur. Dalam ekologi pertanian diketahui bahwa polikultur (penanaman berbagai jenis tanaman pada satu ahan) lebih menguntungkan dan lebih sering diterapkan di pertanian organik. Penanaman berbagai jenis sayuran mendukung berbagai jenis serangga yang bersifat menguntungkan, mikroorganisme tanah, dan faktor lainnya yang menambah kesehatan lahan pertanian. Keanekaragaman tanaman pertanian membantu lingkungan untuk mempertahankan suatu spesies yang dekat dengan lahan pertanian agar tidak punah

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *