Pengambilan Gen Plasma Nutfah Untuk Kultur Jaringan, Sudah Sulit, Apakah Bahaya?

Hari ini kita akan membahas tentang bioteknologi yaitu kultur jaringan. Kalian semua pasti tahu bahwa ada beberapa cara untuk berkembang biak, seperti cara generatif dengan pembuahan, maupun cara vegetatif. Seiring berjalannya waktu, perkembangan ilmu dan teknologi juga semakin pesat. Banyak cara baru yang ditemukan untuk dapat mengembangkan atau melesetarikan suatu spesies. Cara-cara baru yang ditemukan ini juga ternyata membawa pengaruh positif dan negatif.

Sebelum kita mulai, pertama-tama kita akan bahas dulu apa itu kultur jaringan. Kultur jaringan adalah pembudidayaan suatu jaringan tanaman menjadi tanaman baru yang memiliki sifat sama seperti induknya. Untuk melakukan budidaya ini, dibutuhkan substansi yang membawa gen induknya, supaya tanaman yang dikembangkan bersifat sama seperti induknya, substansi inilah yang biasa disebut dengan plasma nutfah.

Pelaksanaan teknik kultur jaringan tanaman ini berdasarkan pada teori sel yang telah dikemukakan oleh Schleiden, yaitu bahwa sel mempunyai kemampuan autonom, bahkan mempunyai kemampuan totipotensi. Totipotensi adalah kemampuan setiap sel, darimana saja sel tersebut diambil, apabila diletakkan dilingkungan yang sesuai akan tumbuh menjadi tanaman yang sempurna.

Kita pastinya ingin mengembangkan suatu tanaman yang baik, oleh karena itu, dibutuhkan juga plasma nutfah dan media penanaman yang baik. Tetapi, tentu untuk mengembangkan suatu spesies di daerah yang berbeda dengan habitatnya tidak mudah, apalagi hasil yang dicari adalah tanaman yang memiliki sifat sama seperti induknya. Maka dari itu ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi untuk menunjang keberhasilan kultur jaringan, diantaranya :

Jaringan yang akan digunakan sedang aktif pertumbuhanya. Diharapkan masih terdapat zat tumbuh yang masih aktif sehingga dapat membantu perkembangan jaringan selanjutnya.

  1. Irisan jaringan (eksplan) yang diambil beerasal dari bagian daun, akar, mata tunas, kuncup, ujung batang, dan umbi yang dijaga kelestatranya.
  2. Irisan jaringan diambil dari bagian yang masih muda (bila ditusuk pisau akan terasa lunak sekali.
  • Menggunakan medium yang cocok, keadaan yang aseptik dan pengaturan udara yang baik terutama untuk kultur cair.
  • Memilih bagian tanaman yang masih muda dan mudah tumbuh yaitu bagian meristem, seperti: daun muda, ujung akar, ujung batang, keping biji dan sebagainya. Bila menggunakan embrio bagian bji-biji yang lain sebagai irisan jaringan yang akan dikembankan, yang perlu diperhatikan adalah kemasakan embrio, waktu imbibisi, temperatur dan dormansi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *