Silo, solusi penyimpanan bahan hasil pertanian dalam bentuk curah (biji)

Silo adalah struktur yang digunakan untuk menyimpan bahan curah (bulk materials). Silo umumnya digunakan di bidang pertanian sebagai penyimpan biji-bijian hasil pertanian dan pakan ternak. Di luar bidang pertanian, silo digunakan untuk menyimpan batu bara, semen, potongan kayu, dan serbuk gergaji. Ada tiga jenis silo yang banyak digunakan hingga saat ini, yaitu tipe menara, bunker, dan karung.

Dalam memuat bahan curah ke dalam silo, diperlukan mekanisme elevator biji-bijian seperti konveyor (konveyor sabuk, konveyor udara, konveyor ember), auger, dan hopper tergantung pada jenis bahan curah yang dimuat. Pengisian dilakukan dari tingkat paling atas, sehingga yang masuk lebih dulu akan berada di bawah. Sedangkan pengambilan bahan curah dilakukan dari bawah.

Tergantung pada bahan yang dimuat, pengendalian lingkungan di dalam bisa bervariasi. Pengendalian kadar air di udara diperlukan dan disesuaikan dengan kadar air kesetimbangan bahan jika menginginkan waktu penyimpanan yang lama. Pengendalian jenis dan kadar gas di dalam silo diperlukan jika bahan mudah bereaksi dengan gas tertentu seperti oksigen. Pengendalian kadar gas juga diperlukan jika silo digunakan untuk proses fermentasi, aerob maupun anaerob.

Silo, yang merupakan struktur yang memiliki mekanisme mesin di dalamnya, cukup berbahaya. Setiap hari terdapat kasus kecelakan yang mengakibatkan korban luka hingga meninggal dunia. Permesinan dan perlengkapan yang digunakan, seperti tangga, dapat mencapai ketinggian yang lebih tinggi dari silo sehingga ada risiko jatuh ketika digunakan. Pengisian silo di dalam aktivitas pertanian menggunakan traktor dengan poros power take-off (PTO) yang berputar dengan kecepatan tinggi. Poros PTO ini diperpanjang hingga mencapai implemen dan berputar di luar badan traktor sehingga dapat membahayakan jika manusia terjebak oleh putaran tersebut.

Untuk silo yang digunakan dalam keperluan fermentasi, diperlukan perhatian dalam menangani kadar gas di dalam silo. Fermentasi menghasilkan gas yang mampu mengantikan posisi oksigen di dalam silo. Kasus sesak napas hingga asfiksia dapat terjadi ketika petugas membuka tutup atas silo. Diperlukan blower atau kipas untuk mencegah hal tersebut terjadi.

Gas metan juga dihasilkan dari fermentasi, dan dapat menyebabkan ledakan, karena gesekan antara bahan pertanian dan badan silo ketika proses pemuatan maupun pembongkaran dapat menghasilkan listrik statis, yang ketika muatan listriknya cukup besar, menghasilkan percikan bunga api listrik. Grounding diperlukan untuk menghantarkan muatan listrik dari badan silo ke bumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *