Teknologi Drone untuk Pertanian

Drone atau pesawat tanpa awak merupakan suatu kendaraan udara yang memiliki bentuk menyerupai pesawat terbang/helikopter yang dapat dioperaskan tanpa bantuan awak pesawat atau lebih tepatnya drone dapat dioperasikan hanya dengan menggunakan bantuan Remote Controller (RC). Dalam pergerakannya drone menggunakan sistem Global Positioning System (GPS) untuk mengunci lokasi dan melacak pergerakan drone ketika bergerak di udara.

Selain sebagai media hiburan drone tentu saja memiliki kegunaan lain. Sebagai contoh, perusahaan Amazon di Amerika berencana menggunakan drone sebagai media pengiriman barang.

Berpedoman dengan apa yang dilakukan perusahaan Amazon penulis juga memiliki semacam ide yang sama yaitu menerapkan drone dalam kegiatan sehari-hari. Bedanya penulis ingin menerapkan penggunaan drone dalam bidang pertanian.

Di bidang pertanian nanti penulis akan mengimplementasikan drone sebagai media penyemprot pestisida untuk tanaman padi. Seperti yang diketahui masyarakat Indonesia cenderung melakukan penyemprotan secara manual, cara ini cenderung kurang efektif karena selain lama tentu juga melelahkan karena petani harus menyemprot tanaman padi satu demi satu.

Dengan menggunakan drone penulis mengharapkan kegiatan penyemprotan pestisida dapat dilakukan dengan cepat dan lebih efisien. Jangkauan drone yang menyemprotkan pestisida dari udara tentu dapat mengenai tanaman dalam radius tertentu sehingga petani tidak direpotkan lagi dengan harus melakukan penyemprotan pestisida ke tanaman padi secara manual.

Tidak dipungkiri dengan berkembangnya industri 4.0 telah mempengaruhi cara hidup masyarakat dalam beraktivitas. Jika masyarakat Indonesia tidak mampu mengikuti perkembangan zaman yang terus bergerak maju, maka masyarakat Indonesia dapat menjadi masyarakat yang tertinggal dan akan mengalami kesulitan karena sulit untuk mengikuti perkembangan zaman.

Ada kekhawatiran tentang jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sektor pertanian. Dengan populasi yang menua, Jepang tidak dapat memenuhi permintaan pasar akan tenaga kerja pertanian. Demikian pula, Amerika Serikat saat ini bergantung pada sejumlah besar pekerja imigran, tetapi karena penurunan pekerja musiman dan peningkatan upaya untuk menghentikan imigrasi oleh pemerintah, Amerika juga tidak dapat memenuhi permintaan. Bisnis sering terpaksa membiarkan tanaman membusuk karena ketidakmampuan untuk mengambil semuanya pada akhir musim. Selain itu, ada kekhawatiran tentang pertumbuhan populasi yang perlu diberi makan selama tahun-tahun berikutnya. Karena itu, ada keinginan besar untuk meningkatkan mesin pertanian agar lebih hemat biaya dan layak untuk digunakan terus.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *